carnoky.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali mengkonfirmasi bahwa vaksinasi tidak menyebabkan autisme, seiring dengan munculnya kembali isu yang mengaitkan keduanya, khususnya di media sosial. Pernyataan ini dihasilkan dari tinjauan ilmiah yang komprehensif selama lebih dari dua dekade, yang dilakukan oleh Komite Penasihat Global mengenai Keamanan Vaksin (GACVS) WHO.
WHO telah menganalisis puluhan studi ilmiah yang berasal dari berbagai negara dan memastikan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mendukung adanya hubungan sebab-akibat antara vaksin dan autisme. Penegasan ini bukan yang pertama kalinya disampaikan; tinjauan serupa juga dilakukan pada tahun 2002, 2004, dan 2012 dengan hasil kesimpulan yang konsisten, yaitu vaksin tidak menyebabkan gangguan spektrum autisme (ASD).
Autisme adalah kondisi perkembangan otak yang mempengaruhi jutaan orang di seluruh dunia. Hingga saat ini, penyebab pasti dari autisme belum sepenuhnya dipahami dan melibatkan beragam faktor, baik genetik maupun lingkungan. Mengingat banyaknya klaim yang mengaitkan vaksin dengan autisme yang kembali beredar, WHO menekankan pentingnya masyarakat untuk memahami fakta-fakta ilmiah yang telah terbukti.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa vaksin merupakan salah satu penemuan paling revolusioner dalam sejarah kesehatan manusia. Dengan penegasan ini, WHO berharap masyarakat dapat menjadikan informasi berbasis sains sebagai pedoman dalam memahami isu kesehatan yang kompleks ini.