carnoky.com – Penyerang Tottenham Hotspur, Mathys Tel, menegaskan bahwa pelecehan rasis daring yang diterimanya setelah kekalahan timnya di Piala Super UEFA tidak akan meruntuhkannya. Pemain berusia 20 tahun asal Prancis ini menjadi sasaran serangan melalui media sosial setelah Spurs kalah 4-3 dari Paris Saint-Germain (PSG) lewat adu penalti, meskipun sebelumnya unggul dua gol.
Tel yang masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-79, termasuk salah satu dari dua pemain Spurs yang gagal mengeksekusi penalti. Terkait insiden tersebut, Tottenham Hotspur menyatakan bahwa mereka sangat tidak setuju dengan pelecehan yang diterima Tel dan menyebut pelaku sebagai pengecut.
Dalam sebuah unggahan di Instagram, Tel menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan kepadanya. Ia mengakui kekecewaannya terhadap kejadian itu, sembari menekankan bahwa rasisme tidak memiliki tempat dalam masyarakat. “Setiap hari adalah proses pembelajaran, dan setiap hari adalah pelajaran,” ungkap Tel.
Pernyataan Tel ini muncul setelah pelecehan serupa juga dialami oleh Antoine Semenyo, pemain Bournemouth, dalam pertandingan awal musim Liga Primer Inggris melawan Liverpool di Anfield. Pertandingan tersebut sempat dihentikan lantaran Semenyo memberi sinyal kepada wasit mengenai adanya pelecehan rasial.
Polisi Merseyside telah menangkap seorang pria berusia 47 tahun terkait insiden tersebut dan kemudian dibebaskan dengan jaminan bersyarat. Kejadian-kejadian ini mencerminkan perlunya tindakan lebih lanjut terhadap rasisme di dunia olahraga.






Leave a Reply