carnoky.com – Kristen Stewart, aktris dan sutradara asal Amerika Serikat, mengungkapkan kemarahannya terhadap kemunduran jumlah sutradara perempuan di Hollywood. Ditemui dalam acara makan siang wanita yang diselenggarakan oleh lembaga penyelenggara Oscar di Los Angeles, Stewart mengemukakan kritikannya terhadap situasi terkini usai gerakan #MeToo.
Dalam pidatonya yang penuh emosi, Stewart menyatakan, “Kemunduran dari momen singkat kemajuan itu secara statistik sangat menghancurkan.” Menurut laporan tahunan dari The Celluloid Ceiling, dari 100 film terlaris tahun ini, hanya 11 film yang disutradarai oleh perempuan, sebuah penurunan signifikan dibandingkan dengan 16 film yang berhasil dihasilkan pada tahun 2020.
Gerakan #MeToo yang mengemuka pada 2017 pernah membawa harapan baru untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dalam industri film. Pada 2018, hanya empat film yang disutradarai oleh perempuan, namun angka tersebut melonjak berkat momentum gerakan menjadi 16 film pada tahun 2020. Stewart menegaskan bahwa harapan tersebut kini tampak memudar.
“Setelah gerakan itu, tampaknya kisah yang dibuat oleh dan untuk perempuan akhirnya mulai mendapat tempat,” ujarnya. Namun, ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi, di mana banyak kisah perempuan menimbulkan penolakan karena dianggap terlalu tabu atau gelap.
Stewart mengatakan bahwa ketimpangan gender tidak hanya terukur dari upah, tetapi juga dari “kekerasan dalam membungkam suara.” Pidatonya dihadiri oleh banyak bintang ternama dan mendapat sambutan hangat, meskipun kekhawatiran akan dominasi laki-laki dalam kategori sutradara di ajang Oscar masih terasa.






Leave a Reply