OJK Bahas Kondisi Sektor Jasa Keuangan, Terkait China Dan AS.

OJK Bahas Kondisi Sektor Jasa Keuangan, Terkait China Dan AS.

carnoky.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan di Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan di Jakarta pada 9 Januari 2026.

Mahendra menilai adanya perbaikan dalam ekonomi global, meskipun ada beberapa tantangan, khususnya di China. Dia mencatat bahwa di Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2025 tercatat mencapai 4,3 persen, yang mendorong bank sentral AS, Federal Reserve, serta Bank of England untuk menerapkan kebijakan suku bunga yang lebih akomodatif.

“Beberapa bank sentral kembali menerapkan kebijakan akomodatif. Federal Reserve memangkas Federal Fund Rate, sementara Bank of England juga melakukan pemangkasan suku bunga acuan pada Desember 2025,” ujarnya. Dia menekankan bahwa hal ini merupakan respons terhadap kondisi ekonomi yang berkembang secara positif.

Namun, Mahendra juga menunjukkan kebijakan berlawanan yang diambil oleh Bank Sentral Jepang yang menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade. Kebijakan tersebut berpotensi mempengaruhi pasar obligasi global dan menghentikan aktivitas carry trade.

Di tengah ketidakpastian geopolitik, terutama di Venezuela, OJK juga menyoroti pentingnya mencermati dampak yang mungkin terjadi pada pasar keuangan. Mahendra menambahkan bahwa OJK sedang memperkuat struktur organisasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif, termasuk dengan membentuk departemen baru yang akan fokus pada pengaturan UMKM dan keuangan syariah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan mengembangkan ekosistem keuangan syariah.

Shakila Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *