UE Mengindikasikan Larangan Pelayaran Di Selat Hormuz, Iran Belum Resmi.

UE Mengindikasikan Larangan Pelayaran Di Selat Hormuz, Iran Belum Resmi.

carnoky.com – Korps Garda Revolusi Iran memberikan sinyal bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz mungkin tidak diizinkan. Informasi ini menimbulkan kekhawatiran baru terkait stabilitas salah satu jalur energi paling strategis di dunia. Uni Eropa melaporkan bahwa sejumlah kapal menerima transmisi VHF mengenai larangan tersebut, meskipun pemerintah Iran belum mengeluarkan pengumuman resmi.

Selat Hormuz menjadi penghubung krusial antara negara-negara penghasil minyak di Teluk, seperti Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab, dan menghubungkannya dengan Teluk Oman serta Laut Arab. Jalur ini berfungsi sebagai arteri utama untuk ekspor energi global. Seorang pejabat Iran menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada rilis resmi dari pemerintah mengenai larangan pelayaran ini.

Laporan dari misi angkatan laut Uni Eropa, Aspides, pada 28 Februari 2023, menyebutkan bahwa sejumlah kapal mendapatkan transmisi radio VHF yang menyatakan tidak ada izin untuk memasuki Selat Hormuz. Jika larangan tersebut berlaku, dampaknya dapat berpengaruh signifikan terhadap perekonomian global, terutama terkait harga minyak dan pasokan energi dunia.

Data dari Lloyds List menunjukkan bahwa setiap hari, Selat Hormuz dilalui oleh pengiriman minyak mentah dan produk olahan dari negara-negara seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Irak. Jumlah ini setara dengan sekitar 30% perdagangan minyak global, serta sekitar 20% perdagangan gas alam cair di dunia.

Ketegangan yang meningkat di kawasan Teluk menambah ketidakpastian di pasar energi internasional, di tengah potensi pembatasan yang dapat terjadi pada pelayaran di selat ini.

Shakila Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *